Menghias Mimpi di Batu Onyx

balikdunia_onik31

Setiap lekuk terus diukir hingga bermacam bentuk. Meski perlahan, nilai kreasi yang terlahir begitu tinggi. Ketika melintas di Jalan Raya Popoh, Besulih, Kecamatan Campudarat, Kabupaten Tulungagung, kita akan menemukan sentra industri batu onyx.

Betapa tidak, hampir 75 persen penduduk setempat bermatapencaharian sebagai perajin batu onyx. Ada sebagian dari mereka berburu bongkahan bebatuan onyx dari pegunungan marmer yang ada di daerah sekitar, sebagian menjadi pemecah, sekaligus sebagaian sebagai pengukir dan penjual di pertokoan di desa itu.

Rata-rata masyarakat setempat tidak hanya melayani kebutuhan produksi untuk dijual di Tulungagung sendiri. Melainkan adapula yang melayani pemesanan untuk luar kota bahkan sampai luar negeri.

Untuk pangsa pasar di luar negeri beberapa penjual batu onyx di Besulih mengaku, ada yang menerima order dari beberapa langganan. Diantaranya Jepang, Prancis, Belanda, Malaysia, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Jerman.
Mengenai harga jual batu onyx cukup bervariasi. Karena tergantung pada jumlah pesanan barang, serta biaya kirim. Untuk jenis batu onyx super yang berwarna putih mengkilat, yang diolah dari marmer yang dikeraskan, per balok yang berukuran 1,20 cm x 1,70 cm x 2 cm dijual dengan harga Rp 470.000. “Beda kalau batu itu sudah diolah menjadi asbak, meja, atau pernik lainnya, harganya bisa dua kali lipat dan itupun belum dilihat dari ongkos pengirimannya,” ujar Sugeng Irawan, pemilik toko Harapan.

Dalam satu bulan, kata Sugeng, tempatnya mampu menghasilkan sekitar 200 buah batu onyx yang sudah diolah menjadi meja, kursi, tempat telepon, tempat minum, jam atau segala macam bentuk hiasan lainnya.

“Karena saya hanya punya empat mesin, kemampuan kita menghasilkan barang lebih dari 200 sangat sulit. Apalagi tenaga kerja kita yang berjumlah cukup terbatas,” imbuhnya.balikdunia_onik2

Untuk menghasilkan sebuah karya batu onyx yang indah diperlukan waktu yang agak lama. “Dalam memproduksinya sangat diperlukan ketelitian dan kehati-hatian, terutama dari urat-urat yang terdapat dalam batu itu. Jika tidak hati-hati, batu yang sudah kita lubangi pada bagian tengahnya itu bisa pecah,” papar Agus Setiadi, pemilik toko onyx lainnya .

Agus mencontohkan, untuk membuat satu batu onyx berbentuk gelas saja dibutuhkan waktu dua hari. Asbak, hampir satu hari, sedangkan untuk perabotan yang lebih besar biasanya memakan waktu lima hari sampai satu minggu. “Batu onyx yang indah, selain dilihat dari desainnya juga alur urat batunya dan warnanya,” tambahnya.

balikdunia_onik11

Mengkilat dan Pekat Selain terkadang kita menemui batu onyx di Tulungagung. Batu onyx juga ada yang berasal dari Pulau Bawean Gresik, Pacitan, dan Bandung.

Untuk sebagai panduan memudahkan kita dalam mengetahui batu onyx asal Kabupaten Tulungagung. Bisa kita amati dari tekstur dan warnanya. Pada tekstur biasanya menyerupai batu marmer, karena mulanya dari para perajin di Desa Besulih batu ma

rmer yang baik, terlebih dulu dibiarkan atau tidak dipahat dulu. “Dari batu marmer yang sudah lama, akan dihasilkan batu onyx yang sangat keras,” ucap Antok, perajin batu onyx di Desa Besulih.

Sedangkan untuk bagian warna terlihat mengkilat namun agak pekat. Di bagian inilah yang menjadi sisi tersulit bagi kita untuk mengetahui jenis batu onyx asal Tulungagung.

(naskah/foto:m.ridlo’i)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: