Menuju Telaga Sarangan, Mengapa?

3
Sebagai kawasan wisata jalan menuju Telaga Sarangan tidaklah terlalu rumit ditempuh berbagai macam kendaraan, kendati letaknya di ketinggian 1.287 dari permukaan laut (dpl).

Begitu hendak masuk kecamatan Plaosan, sepanjang jalan pemandangan indah dari persawahan gubis penduduk setempat begitu menyegarkan mata. Selain itu, wisatawan tak perlu khawatir, karena jalan menuju lokasi tidak terlalu menanjak dan berkelok. Jarak 5 kilometer sebelum pertigaan yang rencananya dijadikan jalur alternatif Magetan-Sarangan-Karanganyar, dapat dijumpai pemandangan indah nampak dari atas Telaga Wahyu yang bermuara dari Telaga Sarangan.

Mengenai jalur akses kendaraan menuju lokasi Telaga Sarangan dapat ditempuh melalui dua arah. Arah Timur, dari terminal pertigaan terminal bis Maospatih Magetan menuju ke arah Kota Magetan yang menempuh jarak 12 kilometer, sesampainya di jantung Kota Magetan perjalanan dilanjutkan mengikuti penunjuk jalan menuju Sarangan, dari sini perjalanan menempuh jarak 17 kilometer hingga sampai di Wisata Telaga Sarangan.

Sedangkan dari arah barat, rute perjalanan adalah dari jalur Karanganyar, Solo, melewati terminal bis Tawangmangu perjalanan naik menuju Cemoro Sewu Gunung Lawu, kemudian turun dan sampailah di Wisata Telaga Sarangan. Jarak tempuh jalur dari arah barat, Tawangmangu-Sarangan, ini adalah 15 kilometer. (naskah:m.ridlo’i/foto:wt atmodjo)

21Alasan Menuju Telaga Sarangan

Pemandangan persawahan Desa Sarangan, Plaosan, yang terletak di kanan dan kiri jalan raya menuju Telaga Sarangan sangat indah. Selain itu, pemandangan Gunung Lawu dan Gunung Sido Ramping terlihat begitu jelas.

Jarak 5 kilometer arah timur sebelum masuk pertigaan menuju wisata Telaga Sarangan, kita dapat berhenti sejenak menikmati keindahan wisata Telaga Wahyu.

Selain menikmati pesona keindahan Telaga Sarangan, bagi wisatawan dapat melakukan pendakian menuju ke Air Terjun Tirtosari, hingga dilanjutkan menuju ke puncak Gunung Lawu.

Di Telaga Sarangan, kita dapat mengelilingi telaga seluas 30 hektare itu dengan menaiki kuda, sepeda perahu, dan speed boat yang disewakan dengan harga yang terjangkau.

Di tepian telaga, juga tersedia variatif penginapan dan sajian kuliner sate kelinci khas Sarangan bergaya lesehan sambil memandangi eksotika Telaga Sarangan.

Letaknya di lembah Gunung Lawu, terkadang kabut tebal turun memayungi Telaga Sarangan siap memanjakan para wisatawan yang berkunjung ke sana.

Di saat tertentu, setiap Jum’at Pon, bulan ruwah, dilaksanakan upacara labuh sesaji dan pertunjukan seni tradisional.

(naskah:m.ridlo’i/foto:wt atmodjo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: